Langsung ke konten utama

REVIEW : Bombshell (2019)

Bombshell adalah sebuah film yang cocok untuk kalian para pejuang hak wanita karena film ini berhasil menyajikan tontonan yang sarat akan pelecehan terhadap wanita khususnya dalam dunia kerja namun cukup dikemas dengan santai dan menarik


Cerita film ini berdasarkan kisah nyata tentang pelecehan terhadap wanita di dunia kerja khusunya dalam sebuah Stasiun TV Fox News.Saya memang suka film film yang berdasarkan kisah nyata,apalagi yang belum pernah terdengar oleh saya seperti contohnya film Bad Education yang lalu.Sayangnya film ini kurang mengangkat tema "kasus pelecehan" tersebut lebih dalam,paruh awal film ini malah dibuka dengan konflik dunia politik antara kepentingan stasiun televisi dan partai republik di AS.Memang sih konflik terjadi itu tipis tipis di build up lewat karakter Gretchen dan Kayla tapi film dengan bahasan yang berat seperti ini (politik,bisnis) bakal lebih efektif jika langsung ke permasalahan utama tentang kasus pelecehan yang terjadi.Terlihat film ini susah payah untuk menyatukan berbagai moment dan plot point dengan alur  ceritanya yang sedikit berantakan kesana kemari.Kendati demikian saya  cukup terhibur  puas kok dengan konflik dan tema yang diangkat,setidaknya film ini berhasil menyampaikan pesannya tentang hak wanita dalam dunia kerja yang terkadang masih terjadi diskriminasi.

Soal karakter sih casting film ini emang mantap,pemainnya yang rata rata wanita (meski sutradaranya cowo xixixi) berhasil menunjukkan masalah pelecehan ini bukanlah hal yang sepele.Akting yang paling mencuri perhatian ada pada Charlize Theron sih karena mukanya kok udah gak kayak Charlize lagi yah wkwk.Margot Robbie juga berakting dengan prima tapi yang saya sayangkan adalah karakter Gratchen yang diperankan Nicole Kidman ini mendapat screentime yang bisa dibilang sedikit sebagai karakter yang malah menurut saya paling penting.Saya juga suka bagaimana film ini menunjukkan sebuah chemistry aneh antar wanita seperti ketika adegan di lift.Character development Kayla dari wanita yang hanya ingin punya karir sampai menjadi wanita yang sadar bahwa itu adalah hal yang salah juga menjadi semacam redemption untuk para wanita di luar sana.Narasi film ini sih hit dan miss karena terkadang narasi yang dibawa suka membingungkan dan dengan karakter yang banyak terkadang saya suka gagal fokus dengan berbagai karakter meski style narasi yang dibawa film ini layaknya para karakternya sedang bercerita


Visual film ini biasa aja,tidak ada yang menarik selain set design kantor berita yang menurut saya menarik dan menambah kesan film ini.Editing film ini sih yang kadang berhasil mencuri perhatian karena film ini berhasil menyuguhkan beberapa moment menegangkan lewat editingya seperti ketika adegan di kantor yang entah kenapa menengangkan namun juga menjijikan.Film ini juga sering menggunakan visual media seperti potongan berita,koran,atau web yang terkadang membantu jalan cerita namun terkadang juga tidak penting sehingga hanya membuat visual film menjadi sesak/berantakan.Scoring film ini juga tidak ada yang special kecuali soundtrack hahahaha di film (jir absrud bener),itu saja yang saya notice..Makeupnya sih emang yang patut diacungi jempol,Kazu Hiro yang pernah merubah muka Gary Oldman jadi Winston Churcill kembali menunjukkan kebolehannya dalam merubah muka seperti muka John Lithgow dan Charlize Theron yang gakada mirip miripnya sama orang aslinya dan itu nilai plus

Overall film ini lebih masuk ke film mediocre tapi tragisnya film ini punya bahan atau premis yang sebenarnya luas.Plotnya yang lemah dan narasinya yang cukup membuat saya pusing membuat film ini kehilangan potensinya dalam mengangkat kisah yang krusial ini.Andai kata film ini 100% fokus dengan kasus pelecehan ini dan menggunakan prespektif korban mungkin film ini bakal lebih worth to watch

SCORE : 70

Komentar

Copyright © Cinegraphy. All rights reserved.