Langsung ke konten utama

3M dalam Diri Sendiri (Memahami,Menerima,dan Menyayangi)

Kita lahir sebagai individu yang unik,berbeda satu sama lain.Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya,oleh sebab itu kita sebagai individu yang unik harus mengetahui dan memahami diri kita sendiri.Apa saja sih kemampuan kelebihan,atau kekurangan yang kita miliki?? Melalui pengetahuan akan hal-hal tersebutlah kita bisa tahu potensi asli yang ada di dalam diri kita masing-masing.Sebelum kita masuk ke pembahasan lengkapnya,perlu saya ingatkan kepada kalian bahwa tidak perlu takut dan malu akan kekurangan yang kita temui dalam diri kita nanti karena setiap manusia punya kekurangan,tidak ada yang sempurna dan tinggal cara kitanya saja dalam menanggapi atau berreaksi terhadap kekurangan tersebut


Psikolog klinis, Ryan Howes Ph.D mengatakan bahwa setiap orang memiliki cara yang unik dan berbeda untuk menghadapi dan menjalani hidupnya. Maka amat penting bagi kita semua untuk memahami perbedaan itu untuk meminimalisir kemungkinan munculnya tekanan yang timbul karena kita tidak bisa memahami diri sendiri. Menurut Howes, sekali kita telah menemukan pola dan kebiasaan yang bisa membuat kita lebih memahami diri sendiri, kita akan bisa lebih mantap membuat pilihan-pilihan berbeda dari yang sebelumnya tak pernah kita ambil.Nah dari pentuturan Howes tadi kita bisa menyadari bahwa langkah awal dalam menerima diri adalah cari hobi atau minat yang anda sukai lalu jalanilah ataupun kembangkan hobi tersebut. Langkah awal iniemampu membuat kita lebih menghargai diri sendiri sembari mengembangkan potensi yang ada di dalam diri kita.Tapi ingat dalam proses ini kita juga perlu hati-hati karena tidak semua kebiasaan atau hobi tersebut punya dampak yang baik,coba amati terlebih dahulu. Sebagai contoh apakah bermain basket tiap hari atau bermain game 6 jam sehari termasuk produktif atau destruktif buat kita.


Apakah anda seorang introvert ataukah seorang ekstrovert? Apakah anda seorang perencana atau tipe orang yang mengikuti arus? Apakah anda membuat keputusan berdasarkan perasaan atau logika? Apakah anda lebih suka pada hal detail atau gagasan besar?? Mengetahui jawaban untuk pertanyaan pembawaan diri seperti ini dapat membantu kita mengarahkan dan memaksimalkan potensi untuk bisa berkembang. Dengan mengetahui tipe kepribadian yang kita miliki juga maka kita bisa lebih cermat mengatur waktu dan teman.Introvert atau tidak bukanlah pilihan kalian,jika kalian merasa seseorang yang introvert maka tidak perlu khawatir karena pada akhirnya dalam hidup kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri.Jaman sekarang introvert seperti menjadi bahan cemooh terutama remaja karena tidak punya teman padahal introvert bukan berarti tidak punya teman melainkan introvert adalah orang yang memang lebih fokus kepada diri sendiri dalam proses pengembang dan lebih selektif terhadap memilih teman atau bergaul dengan dunia luar,berbeda dengan ekstrovert.

“Apa yang kamu pikirkan tentang dirimu itu jauh lebih penting daripada apa yang orang pikirkan tentangmu.”-Marcus Annaus Seneca.
Setelah melihat potensi,hobi,dan menerima segala bentuk emosi,kekurangan,dan kelebihan yang ada di dalam diri kita maka hal yang terakhir adalah lingkungan atau orang disekitar kita.Semua hal tadi bisa kita lakukan dengan baik sehingga kita bisa lebih mencintai diri kita sendiri apa adanya namun dapat rusak atau hancur seketika saat lingkungan atau teman sekitar kita memberikan dampak yang buruk.Seleksilah teman anda,jika “teman” tersebut tidak bisa menerima kalian apa adanya dan hanya bisa memperburuk keadaan anda sekarang maka mereka bukanlah teman anda.Kehilangan teman,sahabat,atau bahkan terkesan pilih-pilih dalam berteman bukan berarti kita orang yang jahat melainkan kita orang yang peduli terhadap diri sendiri dan orang lain.Pengaruh lingkungan dan teman adalah hal yang cukup krusial dalam menerima dan menyayangi diri sendiri.Buatlah hubungan yang baik dan berguna dalam hidup kalian,niscaya kalian bukan hanya bisa menerima dan menyayangi diri sendiri melainkan dengan orang sekitar kalian juga


Sebagai kata penutup saya cuma bisa berpesan bahwa menyayangi diri sendiri memang tidak mudah,banyak rintangan dan tantangannya baik itu dari internal dalam diri maupun eksternal.Tapi bukan berarti itu tidak mungkin,saya percaya masing-masing dari kita sangat bisa dan mampu untuk bisa memahami dan menerima diri sendiri apa adanya.Berhati-hatilah dalam berselancar di dunia maya.Mungkin saat bermain media sosial seperti Instagram,facebook,atau twitter tujuannya hanya ingin mencari teman atau menambah teman tapi tanpa kita sadari bahwa media sosial juga bisa menggangu cara kita bersosial dan memandang diri kita sendiri.Akhir kata saya berharap kita semua bisa saling menghargai satu sama lain dan mulai untuk mencintai diri kita apa adanya supaya kedepannya masa depan kita dan bangsa ini lebih cerah.


Komentar

Copyright © Cinegraphy. All rights reserved.