Langsung ke konten utama

REVIEW : The Haunting of Bly Manor (2020)

Series horror dari Netflix ini sepertinya terkena kutukan yang cukup "horror",kutukan sekuel. The Haunting of Bly Manor ini cukup gagal dan bahkan membuat saya kecewa dalam melanjutkan kesuksesan dan briliantnya series The Haunting sebelumnya meski masih tetap memiliki jiwanya tersendiri.

Hal pertama yang perlu saya ingatkan adalah bahwa ini bukanlah series horror melainkan lebih ke gothic horror dengan sentuhan drama.The Haunting ini series antalogi jadi berbeda dengan The Haunting of Hill House,hanya pemerannya yang sama. Sayangnya series ini tidak sepenuhnya fokus pada genre horror yang sesuai dengan judulnya itu sendiri melainkan lebih ke drama romansa.Berbeda dengan Hill House yang memiliki porsi drama dan horror yang lebih pas,seriesnya sekarang malah memang lebih fokus ke cerita drama romansa dengan horror maupun psychological horrornya yang hanya menjadi pelengkap atau hiasan belaka.Plotnya mungkin masih ada beberapa kendala terutama karena terlalu mengandalkan flashback serta eksposisi yang berlebihan. Mike Flanagan yang terlihat terlalu sibuk untuk mendirect tiap episodenya juga berdampak pada keseluruhan episodenya yang hit dan miss atau kurang konsisten. Apakah saya puas dengan cerita gothic horror di series ini?? Ya bisa iya bisa juga tidak sih cuma karena ekspektasi saya yang tinggi membuat plotnya yang sebetulnya oke dan unik bagi beberapa orang namun bagi saya biasa saja.


Salah satu aspek penting di serial The Haunting adalah segudang karakternya yang memiliki character development baik lewat trauma dan masa lalu yang menghantui masing masing dari mereka. Cuma untuk Bly Manor memang masih ada chemistry yang mantap, akting yang brilliant dari Victoria Pedretti, dan character developmentnya juga oke tapiii series ini terlihat terlalu sibuk memanusiakan para hantu yang menurut saya sih kurang berhasil.Banyak karakter yang menghabiskan runtime di beberapa episode pada akhirnya terlupakan,bahasa kasarnya sih lebih baik ceritakan saja yang hidup. Satu episode untuk menjelaskan para "hantu" di Bly Manor saja masih kalah telak dengan episode "The Bent Neck Lady" dari Hill House. Untungnya episode terakhirnya berhasil menggabungkan ensamble castnya secara emosional dan konklusif. Satu hal yang patut diapresiasi dan merupakan peningkatan adalah karakter anak-anaknya dengan akting mereka yang mantap.Narasinya cukup bermasalah, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya kalau terlalu banyak ekposisi. Cukup 8 episode tanpa bertele tele harusnya bisa menuntaskan segala plotnya. 


Visualnya memang visual "mike flanagan" banget deh, susah jelasinnya tapi visualnya itu terkadang suka over-exposure dengan beberapa bagian yang out of focus. Sebetulnya saya tidak terlalu suka (mungkin karena ganti DoP yah) dengan visualnya yang punya lightning berlebihan tapi setidaknya punya color pallete yang berani dan berwarna.Sinematografinya sih cukup baik dan yang membedakan serial The Haunting adalah bagaimana adegan horrornya muncul dengan wide shot atau long take yang membuat kita was was dengan tiap adegan. Beberapa penampakan di background juga menjadi keunikan yang sampai sekarang masih efektif, membuat kita jeli dan teliti serta menjadi alasan kenapa saya masih tahan menonton The Haunting of Bly Manor.Saya lupa soundtrack di Hill House tapi soundtracknya disini bagus loh dengan score dentingan piano yang mengangkat adegan emosional dengan baik atau sekedar scoring kencang menggelegar yang membuat kita kaget dan ketakutan 

Overall The Haunting of Bly Manor ini memiliki rasa yang berbeda tapi secara keseluruhan mengalami penurun yang cukup signifikan ketimbang pendahulunya. Plotnya yang biasa saja dengan narasi yang berantakan membuat kekuatan utama series ini hanya ada pada karakter dan visualnya yang menyeramkan dan indah. Kalau kalian mencari tontonan menyeramkan dari Netflix mungkin kalian akan kecewa (termasuk saya) dengan series satu ini 

SCORE : 75++

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Enola Holmes (2020)

Enola Holmes adalah film original Netflix ketiga yang rilis di bulan ini dan film ini memang sesuai kok dengan ekspektasi saya.Sebuah campuran atau kombinasi film Deadpool dan Sherlock Holmes yang penuh misteri dan teka-teki detektif nan asik dan juga menghibur. Plot yang dibawa mungkin bisa dibilang unik namun di satu sisi juga biasa aja.Unik karena film ini mengexplore karakter wanita dalam "dunia" Sherlock Holmes sesuatu yang belum pernah saya lihat dalam medium film.Memang sih di film ini masih ada Sherlock Holmes itu sendiri tapi film ini berfokus kepada karakter wanita,Enola Holmes yang membuat film ini punya premis menarik dan terbilang segar.Biasa saja karena yah jatuhnya ajdi seperti film film detektif atau film yang berisi karakter "Holmes" pada umumnya.Saya pribadi sekitar pertengahan film sudah bisa menebak alur film ini dan endingnnya juga tidak terlalu "wow" banget (subjektif sih ini).Saya pribadi kurang srek sama subplot di film ini yang han...
Copyright © Cinegraphy. All rights reserved.