Langsung ke konten utama

REVIEW : Borat Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan (2006)

Borat ini gila sih, sudah lama saya tidak pernah ketawa sampai batuk-batuk akibat film dan Borat berhasil membuat saya lemes dari awal sampai akhir karena tertawa terbahak-bahak. Menariknya film ini tuh bukan hanya sekedar film komedi, tapi isiannya juga tetep ada dong.

Plot film ini simple banget sih, premis dan cerita keseluruhannya itu bisa dibilang sudah klise dan pasaran banget, cuma kisah tentang orang "kampung" yang datang ke negara maju yang dalam film ini adalah US & A. Namun yang membuat film ini menjadi ikonik adalah eksekusinya atau cara bertuturnya, kapan lagi kalian lihat sebuah film komedi namun dalam bentuk mockumentary yang terlihat sangat serius. Saya maksud serius karena memang film ini bukan hanya sekedar ngelawak sana sini tapi Sacha Baron dengan cermat membuatnya menjadi sebuah satire tentang sosial dan politik negara US & A yang menggelitik. Seriusan deh untuk urusan komedi jangan ditanya lagi karena memang film ini ngakak banget, subjektif sih kalau bahas selera humor orang tapi komedi filmnya yang memang "dewasa" dan gak malu-malu membuat film ini punya keunikan tersendiri. Namun sedikit catatan untuk ceritanya yang terkadang itu terlalu murahan atau kekanak-kanakan seperti ketika Borat yang malah mengejar-ngejar Pamela membuat rasa film ini yang awalnya untuk mengexplore US & A jadi terlupakan dan malah jadi sekedar film komedi generic yang kurang menarik.


Karakter untuk film ini sih bagus, yang patut diapresiasi memang kenekatan serta briliantnya akting dari Sacha Baron Cohen yang berani membuat karakter sebar-bar ini dan karakternya juga ditulis dengan baik, meski minim character development tapi Borat sudah jadi ikon pop-culture. Karakter pendukungnya juga bagus mulai dari Azamat serta sang ayam. Mungkin kekurangannya terletak pada beberapa karakter yang ditampilkan atau referensi di film ini untuk menjadi bahan olokan hanya bisa dikenal orang-orang di US & A. Saya juga kurang kurang bisa mendalami karakter Borat dan Azamat dalam perjalanannya di US & A, pembawaannya yang terlalu komedik memang mengakibatkan kebanyakan di film ini kita lihat sebagai sekedar lelucon. Narasi film ini lumayan lah, saya suka bagaimana film ini tetap menggunakan bahasa kazakhstan yang nantinya juga di-translate. Dialog-dialognya mungkin harus diwaspadai karena komedi di film ini memang "kotor" tapi secara keseluruhan semua lawakan dan satire yang diucapkan Borat tepat sasaran. Kekurangannya sih mungkin film ini harusnya punya ending yang lebih bagus aja sih. Tapi patut diapresiasi untuk nekatnya film ini yang berani di situasi asli, rasanya kayak nonton prank atau social experiment gitu.


Visual film ini sih biasa saja, karena film ini yang menggunakan teknik mockumentary sehingga visualnya juga biasa saja dan lebih banyak menggunakan hand-held camera. Meski begitu masih ada kok beberapa sinematografi lewat aerial shot dan extreme shot yang cakep, meski akibatnya jadi menghilangkan rasa "realisme" di filmnya tapi saya suka kok dengan visual seperti ini. Meski biasa tapi unik. Bahkan kalau boleh bilang visualnya ini terkadang terlalu bar-bar sehingga membuat saya mikir nih film beneran nyata lohh. Melihat Borat kenalan di jalanan New York sampai ikut parade gay serta nyanyi lagu kebangsaan US & A di rodeo itu menunjukkan betapa kuatnya visual yang dihadirkan membuat kesan realistisnya lebih dapet. Ohya jangan kaget juga kalau pas nonton kalian bakal ngeliat adegan kelamin yah wkwkwk. Untuk soundtracknya sih biasa saja, scorenya sih memang lebih berkutat di moment komedik gitu yang memang absurdnya tuh dibarengi sama lagu-lagu yang pembawaannya nasionalis banget, kayak lagu kebangsaan timur aja gitu.
 
Overall sih buat kalian yang pecinta film komedi nih film memang harus kalian nikmati. Tapi hati-hati, Borat ini bukan tipe film komedi cringe yah, tapi lebih ke komedi satire yang hasilnya cuma dua, antara kalian bakal ketawa ngakak atau malah sakit hati ama nih film. Namun bagi saya film Borat ini menghadirkan sebuah sajian satire pintar dengan komedi tak henti yang memang patut ditonton

SCORE : 80++

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Sonic The Hedgehog (2020)

Film Sonic The Hedgehog adalah usaha sekian kalinya industri Hollywood membuat film dari adaptasi game dan secara mengejutkan film ini cukup membuahkan hasil yang positif meski kurang optimal di berbagai aspek Sudah ada berbagai film diadaptasi dari game dan so far kesalahannya ada pada plot yang melupakan origin story karakter utama dalam hal ini si sonic.Plot dibuka terlalu cepat serta beberapa pacing yang buruk.Mimin gak dapet chemistry Tom dan Sonic sepanjang film, apa karena Tom orang yang baik jadi dengan santai mau membantu "alien"??Meski demikian mimin cukup puas dengan ending yang diberikan lewat berbagai aksi spektakuler,scene slow motion mirip quicksilver,dan komedi jenaka yang efektif memang patut diacungi jempol Character Developmentnya memang buruk apalagi kehadiran Sonic yang seakan seakan mengisyaratkan semua sudah tau dan paham betul origin karakternya sehingga karakter Sonic sendiri kurang digarap dengan baik. Narasi yang suka hit dan miss terlebih chemistry...
Copyright © Cinegraphy. All rights reserved.