Langsung ke konten utama

REVIEW : Knives Out (2019)

Rian Johnson yang sempat gagal memuaskan audiens di SW : The Last Jedi kembali segar dan bersemangat melalui film ini dan membuktikan bahwa "sedikit" noda di filmographynya tidak membuat dia sebagai sutradara yang kaleng kaleng atau kentang


Plot film ini tergolong luar biasa,luar biasa karena Rian sendiri yang menulis script sehingga film ini bisa maksimal dalam bercerita. Mimin suka dengan bagaimana film ini mengungkap "big reveal"-nya, alih alih memberikan petunjuk petunjuk kecil sepanjang film tapi penonton malah disajikan dengan twist yang terus bertambah sehingga membuat kita menerka-nerka bahkan bermain dengan realita palsu.Twistnya seperti ketika kita diberi kotak bertuliskan apel lalu selalu diingatkan namun ketika dibuka isinya pisang.Film ini punya porsi thriller-crime yang pas ditambah dengan drama yang membuat ceritanya makin kompleks.First Act-Third Act film ini sangat menghibur dan seru jadi dijamin gak bakal bikin bosan meskipun endingnya yang terasa kurang mantap

Karakter film ini juga sangat baik dengan para pemain A-List yang tidak mengecewakan,mereka berhasil bermain dan totalitas dalam tiap karakternya apalagi saat mereka membuat kebohongan didalam kebohongan demi "keluarga" atau diri sendiri.Semua karakternya terpakai dengan baik serta akting Ana De Armas juga keren. Narasinya sangat memuaskan,tiap dialog apalagi saat mereka sedang membuat sebuah "alibi" diperhatikan dengan sangat serius sehingga membantu cerita yang kian lama makin kompleks tanpa membuat penonton tertinggal


Sinematografinya juga memanjakan mata, berkolaborasi kembali dengan Steve Yedlin yang memuaskan mimin melalui SW :The Last Jedi dan Looper di film ini juga keren dengan tone warna yang sedikit pop dan berbagai close up yang cantik.Mimin suka dengan bagaimana film ini menggunakan wide shoot yang membuat detail serta ruangan sempit dalam rumah terasa luas.Kekurangannya ada di soundtracknya,meskipun bisa membangun suasana dengan baik tapi terasa kurang memorable

SCORE : 85

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Cam (2018)

Campuran antara sci-fi dengan horror thriller yang memang memiliki premi menarik serta menghadirkan kritik sosial tentang sosial media. Namun plot dan narasinya yang berantakan malah membuat penonton pada akhirnya merasa tidak puas dan kecewa dengan film satu ini Kalau boleh jujur sebetulnya plot film ini ya biasa saja,premisnya sih memang menarik dan rasanya seperti film Unfriended atau Nerve gitu. Plotnya juga berjalan dengan cukup baik lewat twist yang sudah cukup disiapkan dengan matang. Masalahnya ada di eksekusinya sih,di satu sisi film ini berusaha mengangkat drama realita kehidupan sebagai girl cam dengan konflik percintaan dan keluarga yang memang tidak pernah berjalan mulus. Namun di satu sisi juga film ini berusaha untuk bisa memberikan sajian horror thriller yang memuaskan. Jadinya yah film ini malah kacau, inkonsisten kalau bisa dibilang. Saya pribadi tidak merasakan dimana letak horrornya, saya lebih menganggap film ini sebagai film drama satire tentang realita pengguna s...
Copyright © Cinegraphy. All rights reserved.