Langsung ke konten utama

REVIEW : Little Women (2019)

Saya pribadi belum pernah menonton Little Women versi 90-an tapi melihat versi theatricalnya yang ketujuh dari novel ternamanya ini menjadikan film garapan Greta Gerwig ini sungguh berbeda namun tetap mempertahankan sumber aslinya

Plot film ini full drama dengan sedikit komedi,lewat Lady Bird memang Greta kembali menunjukkan kepiawaian-nya dalam membuat film coming-of-age yang sangat baik dengan sentuhan drama-komedi pas.Mimin suka dengan ceritanya yang simple namun punya dampak yang kuat, memberikan kita pandangan tentang  wanita yang hanya dijadikan "alat cinta" namun sejatinya wanita bisa bekerja dan menggapai cita cita mereka.Kekurangan yang terasa ada di timelinenya yang lompat-lompat,tidak buruk juga karena eksekusi tadi cukup efektif tapi terkadang timeline tadi sedikit kacau dalam prosesnya.First Act-Third Act film ini benar benar memuaskan, meskipun banyak drama namun tidak membuat mimin bosan sedikitpun apalagi dengan momen emosional serta ending yang pas

Karakter film ini juga kuat,4 karakter utama yang masing-masing diexplore dengan sangat baik dan mendapat character development yang pas,masing-masing dari mereka merefleksikan macam-macam wanita.Mimin juga suka dengan akting para pemainnya terlebih Saoirse dan Florence yang totalitas di film ini.Timothe juga kembali menunjukkan karismanya dan secara keseluruhan semua karakter di film ini digunakan dengan baik meski figur ayah yang sayangnya kurang ditonjolkan.Narasi film ini juga memuaskan.Setiap dialog maupun monolog membuat karakter makin dalam dan cerita menjadi tidak membosankan


Sinematografi film ini cukup bagus meskipun bukan yang terbaik tapi tetap saja mimin suka dengan sajian wide shot dengan set design yang artistik.Tone warna yang sedikit pop dengan pencahayaan yang keren juga menambah nuansa film ini.Kostumnya juga keren keren.Soundtracknya sih yang paling berkesan dengan lagu lagu megah dan melodi yang pas membangun tiap suasana dengan pas.Scoring yang keren dan membuat hati menjadi syahdu


SCORE : 90

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Cam (2018)

Campuran antara sci-fi dengan horror thriller yang memang memiliki premi menarik serta menghadirkan kritik sosial tentang sosial media. Namun plot dan narasinya yang berantakan malah membuat penonton pada akhirnya merasa tidak puas dan kecewa dengan film satu ini Kalau boleh jujur sebetulnya plot film ini ya biasa saja,premisnya sih memang menarik dan rasanya seperti film Unfriended atau Nerve gitu. Plotnya juga berjalan dengan cukup baik lewat twist yang sudah cukup disiapkan dengan matang. Masalahnya ada di eksekusinya sih,di satu sisi film ini berusaha mengangkat drama realita kehidupan sebagai girl cam dengan konflik percintaan dan keluarga yang memang tidak pernah berjalan mulus. Namun di satu sisi juga film ini berusaha untuk bisa memberikan sajian horror thriller yang memuaskan. Jadinya yah film ini malah kacau, inkonsisten kalau bisa dibilang. Saya pribadi tidak merasakan dimana letak horrornya, saya lebih menganggap film ini sebagai film drama satire tentang realita pengguna s...
Copyright © Cinegraphy. All rights reserved.