Langsung ke konten utama

REVIEW : Dark Season 3 (2020)

Dark Season 3 yang merupakan penutup trilogy TV Series terbaik dari Jerman ini kembali melanjutkan kesuksesan dan kerumitan pendahulunya dengan tambahan bumbu drama yang lebih kuat serta porsi tension yang lebih ngena tapi apakah Season finale ini pantas menjadi penutup yang baik??

Dark Season 3 memang punya pendekatan yang berbeda,Season 3 lebih ke penjelasan tentang "asal mula" serta memperdalam siklus tak henti yang terjadi di kota Winden.Eps 1-7 bisa dibilang adalah jawaban dari Season sebelumnya tentang bagaimana Hari Kiamat di Winden terjadi baru di Eps terakhir kita mendapat solusi dan "akhir" dari permasalahan nan menjelimet dan bikin pusing ini.Satu eps doang? Yess dan bagi saya ini sebuah masalah  yang menjadi kekurangan Season 3 selain masih ada beberapa plot hole yang mungkin saya kurang paham atau terlewat hihi

Baran bo Dar selaku creator kayaknya terlalu terburu buru dalam menutup trilogy series satu ini, apalagi melihat luasnya universe Dark. Rasanya ending di eps terakhir ini hanya satu tetes saja sedangkan masih ada satu lautan berupa berbagai karakter dari kedua dunia dan nasib dunia "baru" yang sayang sekali kurang diexplore maupun dibahas lebih lanjut.Kerasa banget draggingnya dan bagi saya yang sangat menikmati season sebelumnya merasa S3 ini tidak lebih baik ketimbang S2 dan kurang spektakuler maupun pantas untuk menjadi penutup TV Series semasif ini

Soal karakter mungkin tidak usah diragukan lagi, karakter dan narasi film ini memang jadi kekuatan utama dari awal sampai season finalenya ini. Saya pribadi suka dengan detail detail kecil karakter dari dua dunia sehingga mudah untuk membedakannya.Akting para karakter yang kece serta chemistry yang mantap makim memperkuat genre drama di series ini.Meski dampak dari endingnya yang kurang mantap membuat segudang karakter dan pohon keluarga ini menjadi sia sia di akhir yaa saya masih terpukau dengan castingnya yang gila gilaan apalagi narasinya yang briliant dan rapih

Bahas soal hal teknis macam set design,sinematografi,dan soundtracknya series ini memang jagoannya.Set design yang unik ditiap dunia maupun waktunya serta tambahan sinematografi cantik membuat visual dalam series ini salah satu yang terbaik.Seperti biasa visual yang kelam namun juga colorful dengan berbagai shot simetris,wide shot cantik,beberapa long take,dan ciri khas montage di akhir eps makin mempercantik series ini.Montage dengan dual screen serta soundtrack yang pas secara efektif membangun tiap momen dengan baik apalagi di Eps 6-8.Scoringnya bekerja dengan sangat baik terutama di momen menegangkan maupun menyedihkan

Overall Dark Season 3 kembali membuktikan bahwa Dark adalah TV Series terbaik dari Neflix.Memang season finalenya ini kurang powerfull (sedikit berhasil) menjadi penutup trilogy Dark yang ruwer ini tapi setidaknya Dark S3 tetap memberikan tontonan yang menghibur,menegangkan,dan yang pasti tetap memberikan porsi mata kuliah fisika supaya mata tetap segar wkwk.Semoga Dark S3 bisa mendapat penghargaan setinggi-tingginya karena Baran bo Dar dan Jantje Friese pantas mendapatkannya.

"Der Anfang ist das Ende und das Ende ist der Anfang"

SCORE : 90

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Cam (2018)

Campuran antara sci-fi dengan horror thriller yang memang memiliki premi menarik serta menghadirkan kritik sosial tentang sosial media. Namun plot dan narasinya yang berantakan malah membuat penonton pada akhirnya merasa tidak puas dan kecewa dengan film satu ini Kalau boleh jujur sebetulnya plot film ini ya biasa saja,premisnya sih memang menarik dan rasanya seperti film Unfriended atau Nerve gitu. Plotnya juga berjalan dengan cukup baik lewat twist yang sudah cukup disiapkan dengan matang. Masalahnya ada di eksekusinya sih,di satu sisi film ini berusaha mengangkat drama realita kehidupan sebagai girl cam dengan konflik percintaan dan keluarga yang memang tidak pernah berjalan mulus. Namun di satu sisi juga film ini berusaha untuk bisa memberikan sajian horror thriller yang memuaskan. Jadinya yah film ini malah kacau, inkonsisten kalau bisa dibilang. Saya pribadi tidak merasakan dimana letak horrornya, saya lebih menganggap film ini sebagai film drama satire tentang realita pengguna s...
Copyright © Cinegraphy. All rights reserved.