Langsung ke konten utama

REVIEW : Richard Jewell (2019)

Richard Jewell menandakan film biopic keempat dan terakhir yang digarap Clint Eastwood dalam satu dekade terakhir tapi apakah film ini berhasil menjadi film biopic drama based on true story yang menarik?? atau masih kalah dibanding film Eastwood lainnya??


Film ini punya premis yang cukup menarik,membuat plot film ini sebetulnya punya potensi yang besar untuk dibahas tapi kok rasanya film ini terkesan hambar yah.Dibanding film biopic garapan Eastwood lainnya seperti Sully contohnya yang memang memberikan rasa menegangkan dan juga tragis disaat konfliknya terjadi tapi entah kenapa film ini dengan durasinya yang cukup panjang kok rasanya hanya sebuah rangkaian kejadian demi kejadian tanpa hal yang bermakna yah.Mungkin akibat first actnya yang terlalu bertele-tele sehingga keseluruhan film ini menjadi dragging,Richard Jewell menurut saya kurang berhasil dalam memberikan kesan yang lebih dalam tentang Richard Jewell itu sendiri kepada para penonton.Meski begitu film ini masih punya plot yang cukup solid lewat serangkaian investigasi hingga sistem keadilan yang masih menarik untuk ditonton.Film ini mungkin yang paling jelas memberikan kritik soal bagaimana pemerintah dan media yang putus asa dapat merusak hidup seseorang.

Karakter film ini berfokus pada Richard Jewell dan memang character arc Jewell ini yang paling menonjol.Melihat perkembangannya dari petugas gudang hingga menjadi polisi berkat ketekunannya sukses menjadikan karakter ini cukup memorable meski kurang mendalam.Cast film ini juga gak main main dan semuanya dipakai dengan maksimal seperti karakter Watson yang setia kawan hingga sang Ibu Boi Jewell yang tak tega melihat anaknya dituduh menjadi pelaku bomb membuat hidupnya mungkin yang paling terdampak dari tragedi ini.Akting Paul Walter yang jarang saya lihat di film lain ternyata mantap juga.Nah narasi film ini juga yang mungkin jadi masalah di dangkalnya film ini,film ini berjalan dengan cukup cepat dan tiap konflik maupun kejadian penting yang terjadi menjadi mudah sekali untuk terlupakan.Andai kata film ini lebih fokus pada kejadian bom dan "kerusakan tambahan" untuk keluarga Jewell ini mungkin bakal lebih oke


Bahas soal visualnya film ini punya sinematografi yang biasa saja,saya sih lebih prefer film Eastwood sebelumnya kalau soal visualnya.Sinematografinya sering menggunakan wide shot dan angle yang menurut saya kurang pas apalagi saat sedang berdialog.Tapi hal yang paling menonjol dan patut diapresiasi adalah color palletenya,film ini punya beberapa adegan dimana lighting yang digunakan ini cukup berani layaknya Darius Khondji dalam film Spielberg.Setidaknya visualnya punya warna yang pop dan tidak pas-pasan.Soundtrack film ini sayangnya kurang digarap dengan baik,hanya sedikit original score yang memorable maupun digunakan untuk membuat suasana atau adegan lebih memiliki 'jiwa'.Ada scoring yang bagus tapi itupun di akhir akhir film sekitar 10 menit film habis jadi sayang banget sebetulnya.Soundtrack trailernya malah lebih bagus ketimbang filmnya sendiri wkwkwk.

Overall film ini kurang lebih dibawah ekspektasi saya,apalagi setelah melihat trailernya yang terbilang bagus.Akan tetapi,film ini masih tergolong cukup bagus kok dan masih worth it untuk ditonton berkat plotnya yang cukup menarik dan yang pasti penting serta karakternya yang memorable.Coba saja ditonton karena film ini tergolong hidden gem di Indonesia

SCORE : 75

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : The Boys Season 1 (2019)

TV-Series ini menjadi angin segar untuk mereka yang bosan dengan template "superhero" yang generic dengan menghadirkan tontonan menarik lewat premisnya yang sudah jelas bukan hanya sekedar superhero komikal,tapi lebih ke pendekatan yang realistis. Saya sangat suka premis TV-Series ini,meski diangkat dari komik yang terbilang asing tapi Series ini tetap memberikan feel superhero yang mirip mirip seperti tontonan superhero kebanyakan namun tetap setia pada sumbernya.Ibaratnya seperti konflik yang ada di film BvS  : Dawn of Justice namun lebih sadis dan komedik.Melihat dunia dimana Superhero dipuja dan mereka yang hanya orang biasa cuma bisa iya iya saja terhadap kekuatan mereka menjadi daya tarik utama series ini,tragis juga melihat bagaimana Superhero dijadikan alat untuk berbisnis.The Boys ini menjadi simbol perlawanan yang meskipun terdengar klise  tapi  unsur pemerintah seperti militer ikut  dimasukkan ke series ini,nilai plus lagi meski kurang diexplore lebih dala...
Copyright © Cinegraphy. All rights reserved.