Langsung ke konten utama

REVIEW : Shirley (2020)

Shirley adalah sebuah film indie dari rumah produser NEON yang sukses dengan berbagai film arthousenya namun film satu ini bagi saya merupakan film kompleks yang perlu waktu untuk memahaminya.Yang pasti ini bukan tipe film untuk semua kalangan


Plot film ini tentang perjalanan seorang penulis bernama Shirley Jackson dalam menulis bukunya dan proses penulisannya tersebut lewat dua karakter fiktif yang membantu Shirley.Shirley yang merupakan penulis buku horror memang membuat rasa film ini sedikit menyeramkan,meskipun bukan sepenuhnya horror tapi lebih condong ke thriller.Plotnya yang slow paced tadi memang membuat pertengahan film ini terasa berat sekali,hampir membuat saya bosan wkwk,belum lagi pacing filmnya yang berantakan.Kendati demikian ketika menuju akhir film semakin jelas film ini,memberikan makna tentang para wanita atau para ABG yang sedang mencari tempat di dunia ini menjadi mangsa yang mudah untuk predator (buaya darat).Terlihat dari kilasan kilasan kejadian yang menunjukkan bagaimana seorang wanita disakiti oleh lelaki yang dia pikir mencintainya namun ternyata menganggapnya tidak lebih hanya sebuah alat pemuas nafsu.Setidaknya film ini memang punya makna tersirat yang jelas dan meskipun slow pace,saya pribadi masih bisa menikmatinya terlebih setelah pertengahan film dimana baru keliatan arah film ini mau dibawa kemana.

Karakter film ini juga tergolong cukup baik terutama akting Elisabeth Moss yang meng-carry film ini layaknya Joaquin Phoenix di film Joker.Akting Moss so far untuk tahun ini masih mungkin untuk best actress.Bukan hanya aktingnya tapi karakter Shirley ini yang seperti orang  punya banyak pikiran dan banyak hal yang terjadi di kepalanya membuatnya menjadi 'mengerikann'.Character developmentnya juga bagus terlebih karakternya yang terbilang sedikit hanya 5 sehingga tiap karakternya punya role masing masing yang efektif dalam membantu jalannya cerita.Kekurangan utama yang paling terasa ini ada di narasinya,narasinya menurut saya ini berantakan.Bukan dalam artian buruk tapi dalam artian tidak konsisten.Narasinya yang lompat-lompat dengan kilasan atau fragmen dari adegan adegan penting membuat saya sedikit susah untuk mengikuti filmnya.Dialog-dialognya juga 'aneh' mungkin bisa dibilang dan puitis di satu sisi tapi bedanya gak sesuai dengan rasa filmnya.


Bahas soal visualnya nih perasaan saya agak sedikit mix karena hal pertama yang saya notice dan cukup menggangu pengalaman saya ada pada hadirnya Chromatic Abberation.Mungkin yang masuk dunia fotografi kenal istilah tersebut yaitu seperti error atau kesalahan cahaya yang masuk ke lensa sehingga membuat gambar yang dihasilkan memiliki warna ungu kehijauan di dekat cahaya dan film ini punya banyak.Entah ini disengaja untuk memberikan efek disorientasi layaknya Shirley atau tidak tapi yang pasti efek seperti itu malah mengganggu (bagi saya).Namun sinematografi film ini memang bagus,pemandangan perbukitan dengan extreme long shot serta perkampungan yang asri dengan dukungan color pallete yang pas membuat visualnya tergolong bagus.Soundtrack filmnya jadi hal yang paling menonjol sih,unik banget dan memang memberikan nuansa layaknya film thriller yang membuat penonton mengerutkan dahi.Scoringnya salah satu yang terbaik sih tahun ini,efektif dan berkelas.

Overall film ini mungkin bisa dibilang sedikit dibawah ekspektasi saya,apalagi melihat trailernya yang mengangkat nuansa thrillernya yang sangat kental nyatanya tidak 100% diimplementasikan di filmnya.Bukan film yang jelek kok karena memang aspek karakter (akting Elisabeth Moss yang mantap) dan bagian teknis yang keren patut diapresiasi meski memang secara keseluruhan sedikittt mengecewakan

SCORE : 65++

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Enola Holmes (2020)

Enola Holmes adalah film original Netflix ketiga yang rilis di bulan ini dan film ini memang sesuai kok dengan ekspektasi saya.Sebuah campuran atau kombinasi film Deadpool dan Sherlock Holmes yang penuh misteri dan teka-teki detektif nan asik dan juga menghibur. Plot yang dibawa mungkin bisa dibilang unik namun di satu sisi juga biasa aja.Unik karena film ini mengexplore karakter wanita dalam "dunia" Sherlock Holmes sesuatu yang belum pernah saya lihat dalam medium film.Memang sih di film ini masih ada Sherlock Holmes itu sendiri tapi film ini berfokus kepada karakter wanita,Enola Holmes yang membuat film ini punya premis menarik dan terbilang segar.Biasa saja karena yah jatuhnya ajdi seperti film film detektif atau film yang berisi karakter "Holmes" pada umumnya.Saya pribadi sekitar pertengahan film sudah bisa menebak alur film ini dan endingnnya juga tidak terlalu "wow" banget (subjektif sih ini).Saya pribadi kurang srek sama subplot di film ini yang han...
Copyright © Cinegraphy. All rights reserved.