Langsung ke konten utama

REVIEW : Punch Drunk Love (2002)

Punch-Drunk Love merupakan debut pertama PTA dalam film drama-romansa dengan tetap memberikan trademarknya lewat premis yang unik dalam menggambarkan cinta tanpa embel-embel yang terlalu dramatis melainkan lebih ke interpretasi kita masing-masing


Berbeda dengan film PTA sebelumnya sekarang filmnya terlihat ringkas dan simple,tidak terlalu kompleks mengingat durasinya yang juga sebentar dan memang film ini punya plot yang to the point.Kendati demikian PTA tetap menyuguhkan makna tersembunyi lewat beberapa adegan di filmnya supaya kita sendiri lebih bisa memaknai apa maksud film ini setelah credit roll berjalan.Filmnya mengajak kita melihat dari sudut pandang seorang introvert (mungkin),orang yang trauma dengan wanita akibat hubungan dalam keluarganya yang didominasi oleh wanita.Melihat bagaimana cinta datang tiba-tiba dan seiring waktu berjalan karakter Barry mulai terbuka untuk orang lain dan akhirnya bisa menjalin hubungan yang layak.Plotnya simple dengan sedikit twist di akhir supaya film ini tidak terlalu klise.Kendala yang saya rasakan sih cuma di konfliknya yang terasa kurang masuk dan seperti dipaksakan sih,saya berharap bakal ada konflik dalam hubungannya namun ternyata lebih ke konflik personal.Setidaknya film ini  asik untuk ditonton mengingat durasinya yang pas membuat film ini mudah sekali untuk dihabiskan kok wkwkwk

Karakternya juga saya suka sekali apalagi melihat debut pertama Adam Sandler berakting di film serius,akting Sandler benar benar menggambarkan orang yang seperti terlihat kikuk dan punya trauma dengan wanita.Melihat dirinya yang panik dan menyakiti dirinya dan sekitarnya ketika dia mengingat masa lalu sampai melihatnya gila cinta dengan Lena membuatnya menjadi lebih grounded dan realistis.Lena juga bukan tipe wanita yang anti-mainstream di film drama kebanyakan tapi lebih ke karakter yang diam diam suka,mencuri curi pandang gitu wkwkwk.Chemistry mereka berdua ini bener bener top deh.Character developmentnya juga cukup baik meski hanya terfokuskan ke karakter Barry saja terkadang karakter Lena dan bahkan karakter antagonis yang diperankan secara apik oleh mendiang Philip Seymour terasa terlupakan begitu saja.Narasinya lumayan,banyak dialog dialog yang memiliki makna tersendiri seperti kehadiran puding,piano,bahkan yang paling diributkan adalah kecelakaan mobil.Kehadiran mereka bukan tanpa maksud dan itu uniknya film PTA.


Visualnya masih memanjakan mata,sudah 4 film PTA dan emang gak pernah salah deh soal sinematografinya wkwkwk.Robert Elswitt sekarang lebih sering menggunakan extreme long shot yang luas dan terkadang menjadi visual language yang ampuh di awal film,memperlihatkan betapa lonelynya karakter Barry.Suka banget sama adegan Barry yang lari lari di lorong apartement.Tracking shot pastinya tetap diselipkan di film ini meski tidak semasif film sebelumnya tapi tetap tergolong impresif.Color palletenya juga terkesan lebih "berwarna" dan dominan warna pink dan biru,saya kurang suka sih sama lens flare di film ini (seperti cahaya berkilau di visualnya seperti filmnya J.J Abrams.Soundtracknya bagus dan original scorenya tuh unik,scoringnya lebih ke suara perkakas atau alat alat yang dirangkai sedemikian rupa jadi satu lagu yang secara mengejutkan berhasil membangun suasana dan adegan di film ini.Soundtrack He Needs Me dari Jon Brion dengan editing montagenya itu busett,nempel terus di kepala nih wkwkwk

Overall Punch Drunk Love ini bukan yang terbaik dari PTA dan mungkin paling rendah ketimbang 3 film sebelumnya tapi secara keseluruhan film ini masih tetap enjoyable dan unik dengan plotnya.Sajian drama yang lebih condong realistis dengan open interpretation dan tetap memberikan porsi komedi yang bakal membuat kalian betah dengan film ini

SCORE : 75

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Enola Holmes (2020)

Enola Holmes adalah film original Netflix ketiga yang rilis di bulan ini dan film ini memang sesuai kok dengan ekspektasi saya.Sebuah campuran atau kombinasi film Deadpool dan Sherlock Holmes yang penuh misteri dan teka-teki detektif nan asik dan juga menghibur. Plot yang dibawa mungkin bisa dibilang unik namun di satu sisi juga biasa aja.Unik karena film ini mengexplore karakter wanita dalam "dunia" Sherlock Holmes sesuatu yang belum pernah saya lihat dalam medium film.Memang sih di film ini masih ada Sherlock Holmes itu sendiri tapi film ini berfokus kepada karakter wanita,Enola Holmes yang membuat film ini punya premis menarik dan terbilang segar.Biasa saja karena yah jatuhnya ajdi seperti film film detektif atau film yang berisi karakter "Holmes" pada umumnya.Saya pribadi sekitar pertengahan film sudah bisa menebak alur film ini dan endingnnya juga tidak terlalu "wow" banget (subjektif sih ini).Saya pribadi kurang srek sama subplot di film ini yang han...
Copyright © Cinegraphy. All rights reserved.