Langsung ke konten utama

REVIEW : There Will Be Blood (2007)

Perlu waktu 5 tahun setelah film sebelumnya supaya PTA bisa menghasilkan karyanya yang terbaik sampai saat ini.There Will Be Blood bukan hanya sekedar film drama-bisnis yang biasa namun berisikan nilai moral dan perang idealisme yang mendalam dan penuh konflik


Plot film ini bisa dibilang flaweless atau hampir sempurna.PTA membuat ceritanya bukan hanya sekedar tentang bisnis minyak di awal 1900 tapi menyelipkannya tentang perang idealisme dan batin yang erat dengan masyarakat kita sekarang.Secara garis besar film ini adalah film study character yang berjalan dengan sangat mulus,memperlihatkan bagaimana ambisi dan kekayaan yang dapat membuat orang "buta".Yang menjadi aspek favorit saya adalah unsur keagamaan yang ditaruh secara halus di film ini.Memperlihatkan bagaimana agama dan bisnis atau politik terkadang saling bergesekan satu sama lain hingga di ending film ini dimana pada akhirnya agama memang bertolak belakang dengan hal hal duniawi dan tidak bisa diajak kerja sama.Plotnya yang kaya akan drama dan konflik membuat durasinya yang cukup lama tidak terasa,ada adegan menegangkan hingga adegan menyedihkan juga berhasil dieksekusi dengan sangat baik oleh PTA.Meski Second Actnya sedikti dragging tapi secara keseluruhan plot yang dibawa memang kompleks dan bisa dibilang paket lengkap.tipe film yang bakal bertahan lama dan bisa untuk dibahas ramai-ramai.

Ngebahas film study character pasti karakternya harus prima dan film ini termasuk yang punya character development terbaik selama satu dekade yang lalu.Yang pasti jiwa film ini ada di akting Daniel Day Lewis dan Paul Dano yang udah kelewat batas bagusnya.Daniel Plainview menjadi cara PTA menggambarkan ketamakan dan kapitalisme di film ini.Sedangkan Paul Dano sebagai Eli adalah karakter keagamaan yang sebetulnya tidak sepenuhnya "suci" karena pada akhirnya yang hanya dia pikirkan adalah uang namun bersembunyi dibalik kebutuhan agama,sama dengan Daniel yang bersembunyi dibalik kata "keluarga". Secara keseluruhan semua karakter di film ini dipakai dengan sangat efektif oleh PTA,meski ada 1 atau 2 karakter yang kurang dijelaskan lebih dalam seperti karakter Paul dan rekannya Fletcher.Narasinya juga mantap,memang sih film ini bukan tipe film yang ada plot twist tapi Dialognya itu loh ketika Daniel yang setiap dalam acara bisnis selalu membawa tema keluarga sembari mengenalkan anaknya layaknya barang atau ketika Daniel yang penuh dengan iri dengki yang hanya ingin kaya untuk dirinya sendiri membuat film ini lebih berbobot


Visualnya lagi lagi sungguh mematikan namun indah,film pertama yang akhirnya membuat Robert Elswitt mendapat Oscar.Saya suka bagaimana set designnya yang hanya hamparan pasir membuat filmnya ini terasa banget feel awal 1900 yang masih sunyi dan sepi.Banyak extreme shot hinga long shotnya yang memberikan pemandangan hamparan bukit,gurun pasir,hingga perkebunan atau pertanian yang indah.Tracking shot film ini sayangnya hanya 2 atau 3 long take yang ada di film ini tapi masih tetap menakjubkan.Adegan ketika Plainview berlari panik saat rig pengeborannya bocor dan terbakar.Sequence/set pieces itu sih yang paling berkesan (bahkan setelah menontonnya berulang kali) baik itu dari segi visual hingga dialognya.Kendalanya sama dengan film sebelumnya dimana terkadang beberapa adegan tuh over exsposure sehingga backgroundnya terlalu terang bikin visualnya jadi silau.Soundtracknya juga gilaaa,bukan tipe score yang megah dan klasik tapi lebih ke score yang unik seperti eksperimen dari suara drum,lonceng,hingga kecrekan pengamen wkwkwk susah jelasinnya,yang pasti soundtracknya ini pas banget dan berjalan dengan efektif apalagi soal membangun suasana yang menegangkan (kayak film horror malah scorenya)

Overall There Will Be Blood memang pantas disebut sebagai film terbaiknya PTA sampai sekarang,semua aspek film ini hampir sempurna mulai dari plotnya yang lengkap membuat ,akting maksimal dari para castnya,hingga visual dan soundtracknya yang membuat film ini meninggalkan kesan yang mendalam.There Will Be Blood membuktikan luas dan beragamnya PTA dalam menghasilkan film yang menarik dan berbobot.

SCORE : 90

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Enola Holmes (2020)

Enola Holmes adalah film original Netflix ketiga yang rilis di bulan ini dan film ini memang sesuai kok dengan ekspektasi saya.Sebuah campuran atau kombinasi film Deadpool dan Sherlock Holmes yang penuh misteri dan teka-teki detektif nan asik dan juga menghibur. Plot yang dibawa mungkin bisa dibilang unik namun di satu sisi juga biasa aja.Unik karena film ini mengexplore karakter wanita dalam "dunia" Sherlock Holmes sesuatu yang belum pernah saya lihat dalam medium film.Memang sih di film ini masih ada Sherlock Holmes itu sendiri tapi film ini berfokus kepada karakter wanita,Enola Holmes yang membuat film ini punya premis menarik dan terbilang segar.Biasa saja karena yah jatuhnya ajdi seperti film film detektif atau film yang berisi karakter "Holmes" pada umumnya.Saya pribadi sekitar pertengahan film sudah bisa menebak alur film ini dan endingnnya juga tidak terlalu "wow" banget (subjektif sih ini).Saya pribadi kurang srek sama subplot di film ini yang han...
Copyright © Cinegraphy. All rights reserved.