Langsung ke konten utama

REVIEW : The Trial of The Chicago 7 (2020)

Aaron Sorkin sepertinya memang tidak pernah mengecewakan,baik itu dari cara dia bertutur lewat naskahnya hingga gaya penyutradaraannya.The Trial of The Chicago 7 menyajikan drama menyakitkan penuh konflik dan politik yang membuat film satu ini menjadi penantang serius di award season nanti

Cerita yang dibawa berdasarkan kisah / kejadian nyata yang terjadi pada tahun 1968.Buat kalian yang sudah mengikuti dan membaca review dari saya,pasti tahu kalau saya memang pecinta film-film seperti ini dan The Trial of The Chicago 7 tidak mengecewakan saya.Plotnya yang solid dengan pacingnya yang benar benar rapih berhasil membuat saya terus tertarik dan menikmati film ini dari awal sampai akhir.Tapi perlu diingat bahwa film ini mengambil tempat di ruang pengadilan jadi buat kalian yang memang tidak suka atau bosan dengan film semacamnya akan sulit untuk menikmati film ini.Namun bagi yang suka pasti film ini bakal memuaskan.Aaron banyak menggunakan montage di awal film maupun pertengahan film untuk meringkas beberapa kejadian atau moment penting sehingga kita perlu perhatian extra.Keluhan saya sih cuma di endingnya yang terlalu klise dan didramatisasi banget,saya kurang tahu apakah itu benar-benar terjadi apa tidak tapi endingnya terasa terburu-buru.Secara keseluruhan sih plot film ini mantap dengan unsur komedi yang pas,drama konflik tentang politik yang seru,serta sisi emosional tentang ketidakadilan


Soal karakter pertama-tama film ini punya ensamble cast yang mantap dan hampir semuanya dipakai dengan maksimal mulai dari sisi komedik Sacha Baron Cohen hingga keseriusan dari Eddie Redmayne serta Mark Rylance berhasil membuat cast di film ini tampil apik dan memiliki chemistry yang kuat,kecuali karakter Barry Seal yang diperankan Yahya Abdul Mateen yang serasa dipotong atau dibuang begitu saja diakhir film.Masalahnya juga di character developmentnya yang minim,penggunaan berbagai montagenya masih kurang cukup untuk 7-8 karakter di filmnya.Ada beberapa yang memorable ada beberapa yang memang dengan mudah terlupakan,Aaron juga terkesan kurang asik dalam mengenalkan segudang karakter dan figur penting yang nantinya akan berguna untuk jalannya cerita.Beberapa figur dan karakter rasanya hanya untuk mereka yang tahu atau paham akan kejadian nyatanya. Narasi untuk film ini tidak sepenuhnya berat atau membingungkan,meski terlihat Aaron sering menggunakan istilah istilah asing (bagi saya) dalam proses pengadilan tapi semuanya akan dijelaskan lewat dialog yang rapih.Penempatan komedinya juga pas dan tidak menggangu moment genting yang serius maupun emosional.


Visualnya sih bagus,bukan yang terbaik maupun yang membuat saya berdecak kagum tapi patut diacungi jempol soal bagaimana Aaron lebih memilih meminimalisir penggunaan CGI dalam meggambarkan aksi pendemo atau kerumunan massanya.Color palletenya memang cenderung lebih ke warm warna oranye (terilhami dari David Fincher mungkin).Meskipun set designnya bisa dihitung dengan jari tapi sinematografin dan editingnya berhasil membuat tiap adegannya tidak membosankan dengan beberapa extreme shot.Yang patut diapresiasi soal aspek teknis sih ada di bagian editingya.Editing di film ini entah kenapa berjalan dengan mulus dan pas,apalagi disaat montagenya berjalan atau sekedar flashback dari ruang pengadilan dengan beberapa stock video hitam putih dari peristiwa aslinya.Plotnya yang padat dan beberapa moment penting berhasil diringkas secara pas dan menghibur di film ini.Soundtracknya juga bagus kok,scoringnya tahu kapan sebuah adegan itu serius dan menegangkan,kapan waktunya komedi dan ironisnya berjalan,hingga adegan emosionalnya masukpun hampir secara keseluruhan berhasil diiisi dengan efektif oleh lagu-lagunya.

Overall The Trial of The Chicago 7 ini menunjukkan kepiawaian seorang Aaron Sorkin dalam membuat sebuah film.Plot yang solid dan lengkap dengan ensamble cast yang mantap serta aspek teknis seperti visual dan soundtracknya yang apik berhasil membuat film ini menjadi salah satu film terbaik dan patut kalian tonton di tahun yang terbilang apes ini.Obat penawar setelah The Haunting of Bly Manor dari Netflix nih wkwkwk

SCORE : 85

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Enola Holmes (2020)

Enola Holmes adalah film original Netflix ketiga yang rilis di bulan ini dan film ini memang sesuai kok dengan ekspektasi saya.Sebuah campuran atau kombinasi film Deadpool dan Sherlock Holmes yang penuh misteri dan teka-teki detektif nan asik dan juga menghibur. Plot yang dibawa mungkin bisa dibilang unik namun di satu sisi juga biasa aja.Unik karena film ini mengexplore karakter wanita dalam "dunia" Sherlock Holmes sesuatu yang belum pernah saya lihat dalam medium film.Memang sih di film ini masih ada Sherlock Holmes itu sendiri tapi film ini berfokus kepada karakter wanita,Enola Holmes yang membuat film ini punya premis menarik dan terbilang segar.Biasa saja karena yah jatuhnya ajdi seperti film film detektif atau film yang berisi karakter "Holmes" pada umumnya.Saya pribadi sekitar pertengahan film sudah bisa menebak alur film ini dan endingnnya juga tidak terlalu "wow" banget (subjektif sih ini).Saya pribadi kurang srek sama subplot di film ini yang han...
Copyright © Cinegraphy. All rights reserved.